Month: October 2018

Tudor: Rumor Transfer Modric menuju Inter Terlalu Dipaksakan

Tudor: Rumor Transfer Modric Menuju Inter Terlalu Dipaksakan

Bekas bintang Tim nasional Kroasia, Igor Tudor, buka suara tentang rumor transfer Luka Modric menuju Inter Milan di dalam waktu dekat ini. Menurut pendapatnya spekulasi yang tersebar selama ini terlampau dipaksakan Inter.

Tudor mengaku tidak berbicara tentang transfer bersama Modric. Tapi, dia yakin sang pemain berposisi gelandang bakal tinggal di Real Madrid. Bekas punggawa Juventus itu pun tak melihat argumen juniornya ini mesti pergi dari Madrid di dalam waktu dekat.

“Spekulasi transfer Modric kayak dipaksakan. Aku mengenal ia namun kami tidak pernah omong apa-apa tentang kepindahan. Dia telah di Santiago Bernabeu serta nyaman di sana. Aku tak melihat alasan apabila ia mau pindah,” tutur Tudor pada Radio Deejay, hari Senin (29/10/2018).

“Satu-satunya sebab ia hengkang apabila ia mendapatkan motivasi yang ideal pada tim lainnya. Ia baik-baik saja sekarang dan memiliki bayaran amat baik, di mana harusnya dinaikan oleh tim. Namun bagaimana pun juga sepakbola ini susah ditebak,” lanjutnya.

Selain itu, Tudor memberikan pujian penampilan trio Kroasia di Inter sekarang, Ivan perisic, Marcelo Brozovic, serta Sime Vrsjalko. Tapi, untuknya Brozovic lah yang main di atas ekspektasinya.

“Mereka bertiga amat hebat. Bintang besar yang sukses ditunjuk Luciano Spalletti merupakan Brozovic. Ia nampak setingkat lebih matang dari sebelumnya. Ia berlari 12 km setiap laga. Ia memiliki talenta mengesankan serta terus mengamati laga,” cetus bekas pemain bertahan tangguh itu.

Sarri: Hazard Bisa Menang Ballon d'Or tanpa Harus Pindah ke Spanyol

Sarri: Hazard Bisa Menang Ballon d’Or tanpa Harus Pindah ke Spanyol

Pengakuan soal kesempatan Eden Hazard mendapat Ballon d’Or itu datang melalui mulut juru tak-tik Chelsea, Maurizio Sarri.

“Dia (Eden Hazard) merupakan bintang yang luar biasa, ” tutur Maurizio Sarri dilansir BolaSport. com melalui Give Me Sport.

“Saya pun merasa jika ia dapat menjuarai semuanya, sekaligus Ballon d’Or, di sini, tanpa perlu menembus Spanyol, ” lanjut Sarri. Eden Hazard sekarang sesungguhnya difavoritkan mendapat Ballon d’Or karena performa bagusnya selama musim 2018.

Di samping berhasil menghantarkan Belgia meraih tempat ke 3 di Piala Dunia 2018, Hazard pun jadi utama bangunnya Chelsea di pertama kampanye musim itu.

Bintang berumur 27 musim ini pun yakin jika kualitasnya menjadi pesepak bola ada pada tingkat paling tinggi.

Meski begitu, masih tersisa 1 hal yang membikin Hazard bimbang dapat mendapat Ballon d’Or. Di dalam konferensi pers bareng tim nasional Belgia di Kamis (11/10/2018), pesepak bola dari La Louviere mengatakan jika ia kemungkinan seharusnya menembus Spanyol guna dapat memenangkan trofi Ballon d’Or.

Wajar saja jika Eden Hazard berpendapat begitu. Sebab, peraih piala Ballon d’Or semenjak 2009 terus mengalir melalui tim Liga Spanyol. Entah Real Madrid melewati Cristiano Ronaldo ataupun FC Barcelona bersama Lionel Messi.

Adapun tim Liga Spanyol yang sangat dihubungkan bersama Hazard merupakan Real Madrid, yang pun adalah tim mimpi sang bintang.

“Mungkin, inilah mengapa aku mau angkat kaki (ke Spanyol), ” tutur Hazard diberitakan BolaSport. com melalui The Guardian.

Lalu apa Sarri bersama anggapan Hazard itu? Pastinya tak.

Seperti dilansir juru tak-tik berkebangsaan Italia itu, Hazard dapat menunjukkan kapasitasnya menjadi bintang paling baik dunia bersama menghantarkan Chelsea serta Belgia ke kejayaan.

“Karena, menjadi contoh, apabila Chelsea dapat menjuarai Liga Champions serta Belgia memenangi Piala Eropa, ia dapat menjuarai semuanya, tanpa seharusnya menembus Spanyol, ” cetus Sarri.

Cuma Punya 15 Pemain Saat Lawan Bhayangkara FC, Ini Kata Subangkit

Cuma Punya 15 Pemain Saat Lawan Bhayangkara FC, Ini Kata Subangkit

Juru tak-tik Sriwijaya FC, Subangkit, cuma dapat pasrah saat skuatnya kekukarangan banyak penggawa karena pemanggilan tim nasional Indonesia. Sriwijaya cuma memiliki 15 pesepakbola kala bertamu menuju markas Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (13/7).

Hal tersebut sebab terdapat 5 penggawa mereka yang dipilih menuju tim nasional Indonesia guna berbagai turnamen persahabatan. Mereka merupakan Esteban Vizcarra, Zulfiandi, Alberto Goncalves alias Beto yang dipilih tim nasional Indonesia. Syahrian Abimanyu serta Samuel Christianson yang membela tim nasional U-19 Indonesia. Cuma Esteban Vizcarra yang ambil salah satu bagian membela Sriwijaya melawan Bhayangkara.

Terakhir, Pelatih Sriwijaya, Ucok Hidayat mengatakan jika Esteban Vizcarra telah dipulangkan tim nasional Indonesia hingga dapat membela Sriwijaya lagi.

2 bintang tim nasional Indonesia lain yaitu Beto serta Zulfiandi memang ikut datang menuju Stadion PTIK, tapi keduanya tidak dimasukan menuju di buku Susunan Bintang (DSP).

“Kami cuma memiliki 15 pesepakbola saja menghadapi Bhayangkara, sementara di depan (striker) hanya tersedia Risky Dwi Ramadhana saja, ” tutur Subangkit pada media.

“Sisanya pemain belakang semua, Roby Andika masuk fase ke 2. Ia itu memang bintang Sriwijaya U-19 yang kami panggil melalui turnamen (U-19) pada Medan, ” katanya.

Bahkan, pemain bertahan sebelah kanan Marckho Sandy yang pada umumnya bermain di tempat pemain bertahan sebelah kanan seharusnya diturunkan Subangkit pada lini central.

“Masalah Marckho bermain pada central sebab kami sesungguhnya tidak ada penggawa lagi usai Zulfiandi menuju tim nasional, untuk itu kami mencoba ia bermain pada tempat ini. Marckho baik juga sih engga negatif, ” katanya.

“Kalau pada wing back ia aktif sebab tidak tersedia musuh lagi, namun jika di central seharusnya duel. Ia tempatnya sesungguhnya wing back sebab kami tidak ada bintang lagi, ” jelasnya.